270513 13:51
Priaku, terimakasih atas pagi
ini.
Priaku, jujur aku sangat terkejut dengan apa
yang kamu katakan "tentang kebahagiaan".
Priaku,bagiku kamu tidak pernah benar-benar
mengerti arti kebahagiaan untukku.
Kebahagiaan untukku adalah saat aku bersamamu.
Kebahagiaan untukku adalah saat aku bersamamu.
Kebahagiaan untukku
adalah saat aku masih bisa menangis untuk kebahagiaanmu.
Kebahagiaan untukku
adalah saat aku masih bisa berusaha menahan sikap burukku untuk mempertahankan
hubungan ini.
Kebahagiaan untukku
saat kamu masih mau menegur atas kata-kata kasarku untuk perbaikan yang nyata.
Kebahagiaan untukku adalah saat kamu masih bisa mengatakan "aku kesal dan aku cemburu dengan pria itu".
Kebahagiian untukku adalah saat aku masih bisa mengatakan "dia kekasihku! Pria paling sabar dan paling tangguh yang pernah aku kenal. Pria yang selalu mampu membuat aku terpukau. Pria yang paling sanggup buat aku lemah atas perasaan ini. Pria paling sempurna".
Kebahagiian untukku adalah saat aku masih bisa mengatakan "kebahagiaanku ada di kamu Niko, kamu adalah kebahagiaanku".
Kebahagiaan untukku adalah saat kamu masih bisa mengatakan "aku kesal dan aku cemburu dengan pria itu".
Kebahagiian untukku adalah saat aku masih bisa mengatakan "dia kekasihku! Pria paling sabar dan paling tangguh yang pernah aku kenal. Pria yang selalu mampu membuat aku terpukau. Pria yang paling sanggup buat aku lemah atas perasaan ini. Pria paling sempurna".
Kebahagiian untukku adalah saat aku masih bisa mengatakan "kebahagiaanku ada di kamu Niko, kamu adalah kebahagiaanku".
Tapi untuk katamu, arti bahagiaanku
adalah saat aku tidak lagi bersamamu. Karena katamu kamu penghalangnya. Karena katamu kebahagiaanku
terhalang olehmu.
Priaku, apa ini sebuah hanya sebuah alasan?
Atau memang benar-benar alasan?!
Katamu kita bukan teman.
Katamu kita lebih dari itu.
Katamu kamu membiarkan semua sesuai keinginanku.
Katamu aku bebas memilih 'friend or lover'.
Katamu kamu tidak akan meninggalkanku.
Katamu kamu memiliki rasa itu, rasa yang sama
denganku.
Katamu kamu....
Ya kata-katamu....
Bualan belaka....
Priaku,
ini kecewaku....

