NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you | NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you | NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you

Kamis, 28 Februari 2013

Klasik


Untuk priaku disana
Mungkin harusnya catatan kecil ini berjudul 'untuk priaku disini, dihatiku' aku rasa itu judul yang lebih tepat. Namun sudahlah, yang terpenting catatan ini tetap untuk priaku.

240213 09.46Am
Hari ini, saat aku menulis catatan ini tepat 86 hari 46 menit (perkiraan) setelah kita berkomitmen dalam hubungan ini.
Priaku, entah apa yang harus aku katakan padamu. Tapi jauh disini, didalam hatiku terdapat sebuah ungkapan yang sudah memaksa untuk keluar dan terbang menuju pemiliknya.
Priaku, entah sudah berapa kali aku mengatakan bahwa aku menyayangimu. Tapi rasanya berkali-kali aku mengatakannya tetap saja tidak pernah cukup untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
Priaku, aku sudah menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Saat itu kamu melintas begitu saja dihadapanku, diujung ruangan aku mengagumi sosokmu pada pandangan pertama itu. Namun setelahnya aku mulai takut melihat caramu memandang yang seakan dingin dan tidak bersahabat, ditambah mata sipitmu yang memperkuat kesan itu.
Selama tiga bulan kita bertemu dengan intensif aku mulai menyukaimu. Sosokmu semakin bersahabat dan tatapanmu justru membuatku tampak seperti coklat dimusim panas. Mencair dan terus semakin mencair.

Priaku, saat kita mulai menjauh dan kamu mulai hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, aku mulai berpikir untuk mencari pria lain. Namun setelah aku sukses mendapatkan pria lain, aku justru berpikir mencari pria lain adalah langkah yang salah.

Priaku, aku mulai menyayangimu walaupun aku bersama pria lain.  Hingga akhirnya kamu mengakui bahwa kamu tidak benar-benar sendiri. Kamu memiliki seseorang disana, kalian saling memiliki. Priaku, apa kamu tau seberapa hancurnya aku saat itu? Bahkan saat kamu bercerita panjang kali lebar tentang wanitamu aku masih dengan ikhlas memberikan sedikit kata penguat untukmu.

Aku tau saat itu priaku juga hancur karena hubungannya yang kian memburuk. Dan aku hanya tidak ingin priaku semakin hancur.
"Priaku tetap harus tersenyum. Priaku tetap harus kuat. Biar aku yang menjauh bila itu bisa membuatnya bahagia" pikirku saat itu.
Sejak pembicaraan malam itu, aku benar benar mulai menjauh darimu.
"Sekarang al yang ilang-ilangan" katamu (gtalk)
Priaku, apa kamu tau seberapa senangnya aku saat menerima pesan singkat atau chat darimu?
Aku sering meloncat kegirangan untuk kata sapa yang kamu kirim
"Al" atau "hai" ya hanya dua sampai tiga huruf yang seharusnya tidak begitu berarti.
Priaku, saat kamu mengatakan ingin membuka lebaran baru dan menutup yang telah usang bersamaku, rasanya..... Ah tidak bisa diungkapkan :)
Ya tapi aku menyembunyikannya darimu, aku memasang wajah tidak tertarik didalam kebahagiaan yang teramat sangat.
 Saat idul fitri ditahun itu ibu menyuruhku untuk mengundangmu kerumah. Kamu mengiyakannya. Namun dua jam setelahnya kamu mengatakan tidak bisa. Priaku, saat kamu berbohong tentang kehadiranmu aku menangis. "Tolol, bodoh!!!!!" Aku terlalu berharap sesuatu yang tidak akan mungkin.
 Derajat kita terlalu jauh, tidak ada raja yang mau menyambangi gubuk pesuruhnya.
Namun tak selang beberapa lama aku terkejut saat kamu mengatakan "aku sudah sampai" raja menurunkan derajatnya, priaku datang :)
 Priaku, saat kamu bercakap dengan keluarga kecilku dan nenekku, sungguh perasaanku yang beragam mengaduk-aduk aliran darahku.
 Agustus dan september berlalu dengan hubungan yang tidak terlalu intensif namun tetap berpegang. Pergantian bulan september menuju oktober kamu mulai menghilang (lagi). Ini ketiga kalinya kamu  menjauh. Tidak ada kabar (lagi) bahkan anginpun tidak ada yang membawa berita tentangmu (lagi).
 Ini ulang tahunku!!!!
Priaku, jujur aku sangat berharap kamu datang. Paling tidak mengatakan sedikit bait manis. Namun kamu tidak kunjung datang. Dan kamu malah menghilang.
 Oktober 25, kamu pergi bersama 'exnik'. Aku menbacanya diblog itu. Priaku, apa kamu tau bagaimana aku saat membacanya dan melihat fotomu dan 'exnik' terpampang dengan senyum bahagia?
Saat itu kita jauh, apa ini alasannya mengapa kamu menjauh?
 Priaku, saat aku membaca catatan diblog itu tidak sedikitpun aku meneteskan air mata. Tapi apa kamu tau jika aku sangat terluka?
 Dibulan berikutnya kamu mendekati seorang wanita cantik. Namanya Meilia Putri. Mungkin kamu telah melupakannya. Namun wanita itu masih mengingatnya dengan jelas. Apa kamu ingat dibulan itu kita kembali dekat? Lalu untuk apa kehadiranku jika kamu tetap mencari wanita lain?
 Priaku, dibulan berikutnya kamu mengatakan hal yang sangat mengagetkan. Kamu mengajakku masuk kedalam hubungan yang sudah lama menjadi impianku. Saat kamu mengatakannya jujur aku sangat tidak percaya dengan telingaku. Setelah meyakinkan pendengaran, otakku berpikir keras "apa ini hanya sebuah lelucon atau....?"
 Priaku, setelah lima belas hari aku dan kamu menjadi kita, kamu menghilang (lagi). Priaku, aku sempat berpikir apa kamu telah sadar dan menganggap hubungan ini sebuah kesalahan atau mungkin kamu telah bosan berhubungan dengan gadis kecil yang masih sangat abu-abu?
 Priaku, tolong jangan pernah menghilang (lagi). Priaku, tolong jangan pernah sakiti aku dengan keadaan seperti itu (lagi). Priaku, aku lakukan semua yang dapat kulakukan untuk hubungan ini, aku harap kamu pun begitu....

Minggu, 24 Februari 2013

Priaku




Aku sempat khawatir dengan hubungan ini. sejak 2 minggu sebelum pergantian tahun, kamu mulai mengurangi intensitas hubungan kita. Dan setelahnya kamu malah enggan bertemu, walau untuk menyelesaikan semuanya.
Hingga dua wanita cantik datang dan menyapaku disalah satu akun jejaring sosial milikku. Dari apa yang meraka bicarakan diawal, tampak ketidak akuran diantara mereka. Namun 'ah siapa peduli', bukan itu yang menjadi permasalahannya. Status salah satu dari mereka yang merupakan 'exnik' lah masalahnya.
Wanita cantik itu terlihat begitu menyimpan rasa. Mungkin perasaan yang sama sepertiku, mungkin juga lebih. Sementara wanita lainnya kini telah menjadi temanku. Dia bercerita banyak tentang kamu, mulai dari bagaimana pertengkaran antara kedua wanita cantik itu bisa terjadi hingga bagaimana kamu mencoba mendekatinya dulu. Yang aku kagetkan adalah kamu berusaha kembali mendekatinya dibulan november (pengakuan wanita cantik), tepat satu bulan sebelum kamu mengajakku menjalin hubungan sederhana ini.
'Aku pelarian' pikirku singkat.
Pikiranku semakin kacau. Kamu yang semakin acuh ditambah mereka yang membuatku mati akan cemburu, telah mendominasi masalah yang aku hadapi.
200113
Tepat 51 hari setelah kita bersama, aku memutuskan untuk menyudahi semuanya. Namun kamu tampak tidak begitu setuju dengan kepetusanku. Kamu tidak meng-iya-kan, juga tidak menolaknya. Hubungan kita semakin menggantung, semakin berantakan.
Salahku yang memutuskanmu tanpa menceritakan apa masalahnya. Wajar jika kamu tidak menjawab dengan alasan bingung. Bukannya aku tidak mau, tapi percuma saja. Kamu tidak pernah mendengarkan, lalu untuk apa aku menceritakannya? Mungkin kamu menganggap ini lelucon anak ingusan yang tolol. Tapi ingat, anak ingusan adalah makhluk polos yang selalu jujur apa adanya. Iya, itu aku, anak ingusan polos yang sanggup bertahan hingga sekarang.
Beberapa minggu setalah masa-masa sulit hubungan ini, kamu datang mengajak keluar untuk sekedar berbagi rindu. Disana aku mulai menanyakan tentang dua wanita cantik dan masa lalu kamu. Kamu menjawabnya dengan cepat, tampak kejujuran mendalam disetiap pengakuanmu.

Inti dari percakapan malam itu:
Kamu sudah tidak lagi mencintai 'exnik', namun kamu tetap berteman dengannya. Kamu tidak mendekati wanita manapun sejak kita saling menyimpan rasa hingga saat ini. Semua yang aku khawatirkan 'salah', semua kecemburuanku tidak seharusnya ada.  Kamu menganggap hubungan ini serius, dan kamu tidak malu dengan statusku yang masih pelajar tingkat akhir.

Untuk niko haditia:
Terima kasih atas malam itu, atas waktu dan pengakuan itu. Aku juga menganggap hubungan ini serius dan akan berujung baik. Priaku, dimataku kamu adalah makhluk paling sempurna. Priaku, aku menyayangimu tanpa alasan apapun selain karena kakurangan dan kelebihan pribadimu. Priaku, tolong ingatkan aku untuk bertahan dan menguatkanmu saat hubungan kita mulai tampak retak...
Karena aku tidak pernah menginginkan patahan serius dalam hubungan kita. Aku tidak pernah ingin merasakan sulitnya melupakanmu. Aku tidak pernah ingin merasakan sulitnya menghapus perasaan ini.
Priaku, aku terlanjur menyayangimu dengan tulus, aku terlanjur mempercayaimu lebih dari kepercayaanku kepada angin atau bahkan kepada diriku sendiri. Priaku, aku meminta dengan teramat sangat, jaga hubungan ini seperti perompak menjaga hartanya, jaga perasaanmu dan bantu aku menjaga perasaanku seperti induk ayam dengan anaknya. Hingga kita mendapat janji penguat yang kokoh, atau paling tidak hingga kita sama-sama lelah untuk mengasihi dan mencintai....
Priaku, Niko Haditia....