NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you | NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you | NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you

Sabtu, 02 Maret 2013

Cukup Cintanya (?)


020313
Priaku, hari ini aku kehabisan kata-kata. Tapi sampai hari ini bahkan sampai detik ini aku tidak pernah kehabisan perasaanku terhadapmu.
Priaku, apa munurutmu aku ini gadis lemah? Sehingga aku terlalu tidak berdaya untuk melepasmu. Atau aku ini gadis kuat? Sehingga aku bisa bertahan dalam hubungan yang semakin tampak lenyap.
Priaku, apapun aku dimatamu, aku tetap menyangimu.
*********
Setelah aku menulis kalimat diatas. Tepat satu kalimat diatas kalimat ini, aku merasakan sesuatu yang lain. Rasanya seperti.....
Bosan
Priaku, apa aku mulai bosan bercerita tentang perasaanku? Jika aku mulai bosan bercerita, apa aku juga mulai bosan dalam perasaan itu?
Aku ini gila ya? Menulis dan bercerita sendiri, bercerita pada diriku sendiri. Diriku yang ku sebut 'priaku'. Aku tidak benar-benar bercerita pada priaku (Niko). Aku bercerita pada layar datar, dan menginput semuanya yang hanya berupa simbol-simbol yang ku disebut huruf.
Ah gila......
Priaku tidak pernah benar-benar mendengarkan aku.....
Cukup berceritanya
cukup menjadi bodoh
cukup untuk menyendiri
cukup untuk mencinta (?)

Jumat, 01 Maret 2013

bahagia?


010313
Hari ini tepat tiga bulan stelah kita menjadi satu. Pasangan lain biasa menghabiskan waktu bersama pada waktu seperti ini. Saling memberikan hal-hal spesial atau paling tidak saling bertukar kata manis. Lalu kita?
Apa kamu berpikir semua itu kebiasaan konyol? Atau kamu memang tidak mau melakukan itu bersamaku? Lalu bersama siapa kamu ingin melakukannya?
Priaku, apa kamu ingat tepat satu bulan hubungan ini kita bertengkar? Satu bulan berikutnya kamu menjauh (lagi). Dan satu bulan berikutnya lagi (sekarang) kamu menjauh (lagi).
Priaku, aku bersyukur dengan usia hubungan kita. Aku tidak pernah mencapai usia hubungan sampai sejauh ini. Seharusnya sekarang aku sudah sangat lelah untuk bertahan atau paling tidak bosan. Terlebih masa pendekatan yang begitu lama, harusnya efek itu ada dan menguat. Tapi priaku, dalam kenyatannya sampai saat ini aku tidak lelah tidak juga bosan.
Priaku, saat ini kita terlalu jauh. Sangat jauh hingga aku tidak merasakan hubungan ini. Kadang aku masih mengingatmu sebagai orang yang pernah aku kenal, bukan teman apalagi kekasihku. Aku sering memaksa batinku untuk bangun dan sadar pada keadaan yang sebenarnya. Namum sesaat setelah aku berhasil mengingatnya, aku akan kembali kekeadaan semula.
Seorang sahabatku (ryan) mengatakan "hubungan kita lebih dekat dibandingkan hubungan kamu dan kekasihmu". Priaku, dimana letak kesalahannya? Aku sudah tidak pernah berhubungan dengan pria manapun selain kamu dan seorang sahabatku. Aku menepati janjiku. Namun mengapa keadaan yang seperti ini masih aku alami? Keadaan dimana aku merasa sendiri dalam sebuah hubungan.
Priaku, apa perasaanku ini tidak benar-benar bertepuk? Atau memang kamu yang membalas tepukannya hanya dengan bayangan? Lalu dimana perbedaannya?
Priaku, kamu begitu misterius untuk diketahui. Tapi apa kamu harus begitu misterius untuk hubungan yang tidak hanya tentang kamu? Priaku, hubungan ini kita bangun bersama, suatu saat nanti jika hubungan ini memang harus hancur maka hancurkanlah bersama. Agar tidak ada yang merasa hancur sendiri sementara yang lainnya bahagia.
Priaku, aku ingin membuat sebuah komitmen serius untuk hubungan kita. Dengan janji kelingking atau janji jari lainnya. Tapi aku terlalu takut untuk mengatakannya. Aku terlalu takut jika kata-kataku nantinya akan menyakitimu. Aku terlalu takut untuk menyakitimu.
Priaku, apa kamu tau? saat aku benar-benar menyakitimu, disaat itu juga aku benar-benar meyakiti diriku sendiri.
Priaku, andai kamu bisa seperti ryan yang selalu ada untukku, meski aku tidak pernah menggubris kehadirannya. Tapi sayangnya aku menyayangi priaku sebagai niko haditia yang (mungkin) juga menyangiku.
Priaku, jika suatu saat kamu membaca catatan ini, aku hanya ingi menegaskan bahwa aku tidak pernah menginginkan kamu berubah menjadi siapapun, aku tidak ingin kamu berubah menjadi seperti sekarang. Priaku, aku (lebih) meyayangimu sebagai priaku dimasa itu. Saat kamu masih mau mengucapkan “selamat pagi”atau sapaan lainnya....

Kamis, 28 Februari 2013

Klasik


Untuk priaku disana
Mungkin harusnya catatan kecil ini berjudul 'untuk priaku disini, dihatiku' aku rasa itu judul yang lebih tepat. Namun sudahlah, yang terpenting catatan ini tetap untuk priaku.

240213 09.46Am
Hari ini, saat aku menulis catatan ini tepat 86 hari 46 menit (perkiraan) setelah kita berkomitmen dalam hubungan ini.
Priaku, entah apa yang harus aku katakan padamu. Tapi jauh disini, didalam hatiku terdapat sebuah ungkapan yang sudah memaksa untuk keluar dan terbang menuju pemiliknya.
Priaku, entah sudah berapa kali aku mengatakan bahwa aku menyayangimu. Tapi rasanya berkali-kali aku mengatakannya tetap saja tidak pernah cukup untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya.
Priaku, aku sudah menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu. Saat itu kamu melintas begitu saja dihadapanku, diujung ruangan aku mengagumi sosokmu pada pandangan pertama itu. Namun setelahnya aku mulai takut melihat caramu memandang yang seakan dingin dan tidak bersahabat, ditambah mata sipitmu yang memperkuat kesan itu.
Selama tiga bulan kita bertemu dengan intensif aku mulai menyukaimu. Sosokmu semakin bersahabat dan tatapanmu justru membuatku tampak seperti coklat dimusim panas. Mencair dan terus semakin mencair.

Priaku, saat kita mulai menjauh dan kamu mulai hilang tanpa meninggalkan jejak sedikitpun, aku mulai berpikir untuk mencari pria lain. Namun setelah aku sukses mendapatkan pria lain, aku justru berpikir mencari pria lain adalah langkah yang salah.

Priaku, aku mulai menyayangimu walaupun aku bersama pria lain.  Hingga akhirnya kamu mengakui bahwa kamu tidak benar-benar sendiri. Kamu memiliki seseorang disana, kalian saling memiliki. Priaku, apa kamu tau seberapa hancurnya aku saat itu? Bahkan saat kamu bercerita panjang kali lebar tentang wanitamu aku masih dengan ikhlas memberikan sedikit kata penguat untukmu.

Aku tau saat itu priaku juga hancur karena hubungannya yang kian memburuk. Dan aku hanya tidak ingin priaku semakin hancur.
"Priaku tetap harus tersenyum. Priaku tetap harus kuat. Biar aku yang menjauh bila itu bisa membuatnya bahagia" pikirku saat itu.
Sejak pembicaraan malam itu, aku benar benar mulai menjauh darimu.
"Sekarang al yang ilang-ilangan" katamu (gtalk)
Priaku, apa kamu tau seberapa senangnya aku saat menerima pesan singkat atau chat darimu?
Aku sering meloncat kegirangan untuk kata sapa yang kamu kirim
"Al" atau "hai" ya hanya dua sampai tiga huruf yang seharusnya tidak begitu berarti.
Priaku, saat kamu mengatakan ingin membuka lebaran baru dan menutup yang telah usang bersamaku, rasanya..... Ah tidak bisa diungkapkan :)
Ya tapi aku menyembunyikannya darimu, aku memasang wajah tidak tertarik didalam kebahagiaan yang teramat sangat.
 Saat idul fitri ditahun itu ibu menyuruhku untuk mengundangmu kerumah. Kamu mengiyakannya. Namun dua jam setelahnya kamu mengatakan tidak bisa. Priaku, saat kamu berbohong tentang kehadiranmu aku menangis. "Tolol, bodoh!!!!!" Aku terlalu berharap sesuatu yang tidak akan mungkin.
 Derajat kita terlalu jauh, tidak ada raja yang mau menyambangi gubuk pesuruhnya.
Namun tak selang beberapa lama aku terkejut saat kamu mengatakan "aku sudah sampai" raja menurunkan derajatnya, priaku datang :)
 Priaku, saat kamu bercakap dengan keluarga kecilku dan nenekku, sungguh perasaanku yang beragam mengaduk-aduk aliran darahku.
 Agustus dan september berlalu dengan hubungan yang tidak terlalu intensif namun tetap berpegang. Pergantian bulan september menuju oktober kamu mulai menghilang (lagi). Ini ketiga kalinya kamu  menjauh. Tidak ada kabar (lagi) bahkan anginpun tidak ada yang membawa berita tentangmu (lagi).
 Ini ulang tahunku!!!!
Priaku, jujur aku sangat berharap kamu datang. Paling tidak mengatakan sedikit bait manis. Namun kamu tidak kunjung datang. Dan kamu malah menghilang.
 Oktober 25, kamu pergi bersama 'exnik'. Aku menbacanya diblog itu. Priaku, apa kamu tau bagaimana aku saat membacanya dan melihat fotomu dan 'exnik' terpampang dengan senyum bahagia?
Saat itu kita jauh, apa ini alasannya mengapa kamu menjauh?
 Priaku, saat aku membaca catatan diblog itu tidak sedikitpun aku meneteskan air mata. Tapi apa kamu tau jika aku sangat terluka?
 Dibulan berikutnya kamu mendekati seorang wanita cantik. Namanya Meilia Putri. Mungkin kamu telah melupakannya. Namun wanita itu masih mengingatnya dengan jelas. Apa kamu ingat dibulan itu kita kembali dekat? Lalu untuk apa kehadiranku jika kamu tetap mencari wanita lain?
 Priaku, dibulan berikutnya kamu mengatakan hal yang sangat mengagetkan. Kamu mengajakku masuk kedalam hubungan yang sudah lama menjadi impianku. Saat kamu mengatakannya jujur aku sangat tidak percaya dengan telingaku. Setelah meyakinkan pendengaran, otakku berpikir keras "apa ini hanya sebuah lelucon atau....?"
 Priaku, setelah lima belas hari aku dan kamu menjadi kita, kamu menghilang (lagi). Priaku, aku sempat berpikir apa kamu telah sadar dan menganggap hubungan ini sebuah kesalahan atau mungkin kamu telah bosan berhubungan dengan gadis kecil yang masih sangat abu-abu?
 Priaku, tolong jangan pernah menghilang (lagi). Priaku, tolong jangan pernah sakiti aku dengan keadaan seperti itu (lagi). Priaku, aku lakukan semua yang dapat kulakukan untuk hubungan ini, aku harap kamu pun begitu....