Aku kagum pada priaku yang tau bagaimana
memperlakukanku dengan baik. Bagaimana ia mengatasi masalah dengan caranya yang
unik.
'Diam' satu hal yang mungkin bagi sebagian orang
adalah hal yang kejam. Namun priaku menyadarkanku bahwa dengan diam masalah
bisa terselesaikan.
Priaku tau bagaimana menempatkan diri didepan
keluargaku, bagaimana merebut hati ibuku tanpa disadarinya.
Priaku sosok yang pintar, terbukti dengan
kesuksesan yang kini telah diraihnya. Sebenarnya jika priaku tidak sesukses
sekarangpun, dia tetap priaku yang mungkin tidak akan tergantikan oleh pria
lainnya.
Priaku sering diam, lalu menelaah apa yang orang
lain ucapkan. Sensasi saat berbicara dengannya sangat berbeda dengan bicara
dengan pria lainnya atau bahkan orang lainnya.
Priaku berpikir dewas, berucap dewasa dan berlaku
dewasa. Priaku mendewasakanku dengan masalah yang kita alami.
Priaku sangat sabar saat menghadapi aku dan mulut
besarku yang sering berucap kasar padanya. Dan priaku tidak pernah marah,
priaku membalas sikap burukku dengan baik, dengan perhatian dan pengertian.
Priaku, menyentuhku dengan lembut, dengan
perasaannya, dengan tatapannya, dengan sentuhannya. Sentuhan yang bahkan tidak
berbayang. Priaku, membuat aku jatuh padanya hanya dengan kata cintanya. Kata
cinta yang bahkan tidak terucap dan tidak pula terdengar.
Priaku membuat aku keluar dari permainanku, semua
permainan yang pernah aku lakukan. Priaku membuat aku menjadi pecundang dalam
permainan perasaanku (dengan pria lain). Tapi priaku membuat aku menjadi
pemenang dalam permainan perasaan kami.
Priaku mematikan perasaan terburukku saat itu.
Menggantikannya dengan yang baru, yang lebih menawan dan indah pada prospeknya.
Priaku memaksaku menghidupkan bayang dimasa depan, membangun jalan menuju titik
penghujung dimasa itu. Masa kita :)
nb: catatan ini dibuat sejak pertengahan bulan februari dan masih akan terus diperbaharui
