NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you | NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you | NHS 011212 :) don't forget you love me today, cause i'm so tired of missing you

Rabu, 20 Maret 2013

Pengorbanan Bodoh :)


200313
Priaku, pagi ini aku mendadak teringat satu hal menyebalkan, yang bahkan tidak pernah ingin aku ingat. Aku teriangat seberapa besar (bodoh) perasaanku yang berimbas pada pengorbananku.
Hmm mungkin terlalu berlebihan jika dikatakan pengorbanan, namun apapun sebutannya tetap saja itu bodoh.
Pada tahun lalu tepatnya sekitar bulan juli, aku pergi keluar kota. Sebelum berangkat aku telah menyusun jadwal sedemikian rupa agar aku dapat pulang dua hari sebelum tanggal kita bertemu. Ya beberapa hari sebelum aku pergi kamu menghubungiku dan berjanji untuk pergi ke flona bersamaku dihari sabtu.
Ternyata keluargaku memiliki rencana lain, mereka ingin mengunjungi dua kota. Rencana itu dapat membuat jadwal pulang tertunda hingga empat hari. Itu berarti aku akan pulang dihari senin. Akhirnya dengan berat hati aku memutuskan untuk pulang sendiri ke Jakarta demi bertemu dengan kamu.
Priaku, aku belum pernah pergi ke Bandung sendiri, apalagi kota itu yang letaknya berkali-kali dari Bandung. Untungnya ibu mau menemaniku pulang.
Priaku, semuanya tidak berhenti sampai disitu....
Satu hari sebelum aku pulang ternyata aku diserang demam. Suhu tubuhku meninggi dan aku tidak kuat untuk berjalan. Ibu memintaku untuk istirahat sampai pulih paling tidak sampai dua hari kedepan. Lagi-lagi itu berarti aku harus melewatkan hari sabtu.
Priaku, saat itu aku menolak keras permintaan ibu. Aku tetap ingin pulang dengan kondisi apa pun. Akhirnya aku menempuh perjalanan dua belas jam dengan keadaan yang (dipaksakan) baik. Ibu tidak tahu alasanku ingin tetap pulang pada rencana paling awal.
Akhirnya aku pulang tepat dihari kamis. Dihari berikutnya aku benar-benar dalam keadaan baik. Dan aku akhirnya bisa pergi denganmu :) Walaupun kita batal ke flona dengan alasan terlalu ramai tapi aku tetap menikmati waktu bersamamu.....
Menjelang pergantian tahun kamu menjanjikanku untuk menemaniku. Aku sangat antusias dengan semua itu. Aku ingin menghabiskan waktu bersamamu. Aku menolak ajakan ibu untuk kepernikahan sepupuku sekaligus perkumpulan keluarga diluar kota. Aku pikir jika aku pergi sama saja aku menghancurkan rencanaku untuk melewati pergantian tahun denganmu.
Priaku, saat itu hanya ada aku dan ayah dirumah. Tapi ayah terus meninggalkanku, aku hanya sendiri.’Hmmm biar sajalah’ pikirku, toh ini semua aku jalani agar aku bisa bertemu dengan kamu.
Tapi nyatanya?
Yaaa kenyataannya kamu tidak mau menemuiku. Dan sejak itu aku selalu takut saat kamu mengatakan ingin bertemu denganku. Aku takut untuk kecewa.
Saat terakhir kita bertemu, tepat dihari minggu. Dihari itu aku terbejak hujan dirumah temanku. Letak rumahnya cukup jauh dari rumahku, sekitar setengah jam perjalanan tanpa macet dan satu hingga dua jam perjalanan dengan macet.
Senin sampai jumat aku menjalani simulasi ujian akuntasi manual, MYOB dan Accurate untuk persiapan ujian diminggu berikutnya. Dihari sabtupun aku belajar mulai dari jam sepuluh pagi hingga magrib. Dihari Minggu, hari dimana kita bertemu, aku belajar mulai dari jam sembilan pagi hingga jam setengah enam sore.
Diperjalanan pulang tubuhku basah kuyup. Bahkan sebenarnya aku merasa sedikit tidak enak badan tapi aku tidak menunjukannya padamu, hanya agar kamu tidak membatalkan rencana kita. Padahal tepat dua hari berikutnya aku harus menjalani ujian-ujian itu, ujian yang menentukan kelulusanku. Sesampainya dirumah aku langsung bersiap untuk pergi denganmu J
Ini hanya sebagian kecil hal-hal bodoh yang pernah aku lakukan untukmu
*********
Priaku, catatan ini aku buat dengan maksud agar kamu juga bisa menghargai waktu ku. Saat kamu membatalkan rencana kita maka saat itu juga aku benar-benar marah. Aku hanya ingin kamu menghargaiku seperti aku menghargai kamu. Aku hanya ingin menjadi sosok yang benar-benar tinggal dihidupmu, bukan hanya sekedar debu halus yang harus disingkirkan.
Priaku, jika memang kamu benar-benar tidak bisa meluangkan waktumu. Tolong jangan pernah kamu menjanjikan apapun kepadaku. Jangan pernah mengatakan bahwa kamu ingin bertemu denganku dan membuat aku semakin berharap.

Minggu, 17 Maret 2013

Terselip Keraguan


170313
Pagi ini aku bercakap ringan dengan ibuku. Wanita tangguh yang telah mengerti aku seutuhnya.
Percakapan pagi ini diawali dengan membahas tentang musik, dan juga diiringi dengan lantunan lembut dari handphoneku yang disesuaikan dengan selera musik kami.
"Aku suka lagu ini, aku banyak tahu tentang musik. Disekolah aku seperti radio berjalan yang tau semua lagu-lagu yang sedang naik daun. Tapi aku tidak pernah tahu lagu-lagu yang disukai niko (priaku). Kita sangat berbeda dalam hal musik"
Percakapan pun berlanjut masih dengan pembahasan yang sama diselingi tawa ringan.
Namun tiba-tiba ditengah pembahasan tentang musik, aku dan priaku, ibu bertanya "Apa niko itu benar-benar sayang sama kamu?"
Aku yang sedang tersenyum dengan candaan ibu sebelumnya mendadak diam. Aku terkejut bukan main.
"Aku gak tau, gak ada yang pernah tau"
Dan selanjutnya aku hanya diam sambil ditemani handphone yang masih terus memainkan iramanya.
************
Priaku, itu keraguanku.
Priaku, aku hanya berpikir biar saja kamu bermain denganku jika itu bisa membahagiakanmu. Satu hal yang pasti aku tidak pernah bermain denganmu. Aku tidak pernah bermain dengan perasaanku padamu. Bagiku memilikimu adalah hal yang indah tapi juga sulit.
Priaku, mungkin kamu tidak pernah sadar bahwa aku ini wanita kecil yang masih membutuhkan perhatian, sama seperti yang lain. Aku sangat sadar, bila aku mencari perhatian dengan pria lain itu berarti aku terlah menyakitimu. Atau paling tidak aku telah berlaku curang. Namun apa aku harus terus menanti perhatianmu yang sangat amat perlu dipertanyakan keberadannya?
Priaku, aku sadar akhir-akhir ini aku jarang menghubungimu. Itu bukan berarti karena aku sudah tidak peduli lagi denganmu. Namun itu karena aku menunggu kamu untuk peduli denganku.
Priaku, apakah mengharap perhatianmu dan mengharap kepedulianmu adalah hal yang salah? Jika tidak, mengapa menunggu dan mengharapkan hal itu sangat menyakitkan? Jika iya, mengapa tidak kau biarkan saja aku..........
Pria lain???
Ah sudahlah....
Priaku, aku pernah berpikir, andai saja kita bisa berganti peran. Mungkin itu akan sedikit menyadarkan masing-masing pribadi kita.
Priaku, aku tidak menyalahkanmu atas semua ini. Aku justru menyalahkan diriku, harusnya dari awal aku menolak perasaan ini. Atau paling tidak menghapus perasaan ini....

Kamis, 07 Maret 2013

Yang Terbaik


Aku kagum pada priaku yang tau bagaimana memperlakukanku dengan baik. Bagaimana ia mengatasi masalah dengan caranya yang unik.
'Diam' satu hal yang mungkin bagi sebagian orang adalah hal yang kejam. Namun priaku menyadarkanku bahwa dengan diam masalah bisa terselesaikan.
Priaku tau bagaimana menempatkan diri didepan keluargaku, bagaimana merebut hati ibuku tanpa disadarinya.
Priaku sosok yang pintar, terbukti dengan kesuksesan yang kini telah diraihnya. Sebenarnya jika priaku tidak sesukses sekarangpun, dia tetap priaku yang mungkin tidak akan tergantikan oleh pria lainnya.
Priaku sering diam, lalu menelaah apa yang orang lain ucapkan. Sensasi saat berbicara dengannya sangat berbeda dengan bicara dengan pria lainnya atau bahkan orang lainnya.
Priaku berpikir dewas, berucap dewasa dan berlaku dewasa. Priaku mendewasakanku dengan masalah yang kita alami.
Priaku sangat sabar saat menghadapi aku dan mulut besarku yang sering berucap kasar padanya. Dan priaku tidak pernah marah, priaku membalas sikap burukku dengan baik, dengan perhatian dan pengertian.
Priaku, menyentuhku dengan lembut, dengan perasaannya, dengan tatapannya, dengan sentuhannya. Sentuhan yang bahkan tidak berbayang. Priaku, membuat aku jatuh padanya hanya dengan kata cintanya. Kata cinta yang bahkan tidak terucap dan tidak pula terdengar.
Priaku membuat aku keluar dari permainanku, semua permainan yang pernah aku lakukan. Priaku membuat aku menjadi pecundang dalam permainan perasaanku (dengan pria lain). Tapi priaku membuat aku menjadi pemenang dalam permainan perasaan kami.
Priaku mematikan perasaan terburukku saat itu. Menggantikannya dengan yang baru, yang lebih menawan dan indah pada prospeknya. Priaku memaksaku menghidupkan bayang dimasa depan, membangun jalan menuju titik penghujung dimasa itu. Masa kita :)
nb: catatan ini dibuat sejak pertengahan bulan februari dan masih akan terus diperbaharui

Minggu, 03 Maret 2013

Pria (ku) Lainnya




030313
Dicatatan sebelumnya aku mengatakan ingin berhenti saja bercerita. Tapi pada kenyataannya, hanya ini tempatku, hanya ini penampunganku.
Hari ini, mulai dari catatan yang dibuat ditanggal ini, aku akan bercerita kepada priaku. Priaku, Niko Haditia.
Priaku, aku harap kamu mau membaca catatan kecilku. Atau paling tidak meliriknya, dan melihat betapa aku selalu memasukan namamu disetiap waktuku.
Priaku, semua orang mengatakan bahwa dia mungkin menyukaiku. Terlihat dari bagaimana dia selalu ada untukku. Bercerita (bbm atau sms) tentang apapun sejak aku bangun dari lelap hingga aku kembali terlelap. Walau kadang kita sama-sama sibuk dalam persiapan ujian, tapi dia menyempatkan diri untuk sekedar basa-basi atau hanya menyapaku. Dia sering mengajakku keluar. Hampir setiap ajakannya aku tolak, tapi dia tidak pernah bosan untuk mengajakku lagi lagi dan lagi. Dia juga sering memintaku untuk mengajaknya kerumah, entah siapa yang ingin dia temui dirumahku. Bahkan sampai saat ini (saat aku menulis catatan ini) dia masih terus melakukannya. Saat kita sama-sama bosan atau lelah dengan kesibukan sehari-hari, dia sering vn atau meneleponku. Pembicaraannya pun standar, hanya tentang bertemu bermain atau basa-basi lainnya. Basa-basi yang tak pernah basi. Priaku, dia bahkan mengajakku melanjutkan pendidikan di Semarang bersamanya, dia bilang menyenangkan jika bisa bersama.
Tapi dia bukan kamu. Dia sahabatku, pria itu sahabatku. Pria dengan tubuh tegap hasil pelatihan bela diri, paras yang menawan dan kulit yang bersih.
Priaku, dia tampan, dia sangat tampan. Dia mantan kekasihku, orang yang pernah aku cintai selama lima setengah tahun. Tapi sekarang aku tidak memiliki apa yang aku miliki pada kamu. Perasaan itu, aku tidak memilikinya pada pria manapun kecuali priaku (niko).
Priaku, kali ini aku berpikir bagaimana untuk bertahan tanpa tergoyahkan oleh pria manapun. Aku membutuhkan bantuan.  Tangan untuk berpegang. Tangan untuk memperkuat pilar disini (dihatiku). Harusnya bantuan itu darimu, dan sepantasnya memang begitu. Tapi........
Priaku, aku tidak akan mekaksamu lagi untuk menghubungiku. Bukan karena aku tidak butuh, tapi karena aku tidak lagi peduli. Aku tidak peduli terhadap ketidak pedulianmu. Apa itu adil?
Priaku, aku menegaskan untuk kesekian kalinya. Bahwa sebelum atau sesudah aku menulis semua catatan ini, aku tidak berpikir untuk melepasmu.

*You are the best thing that’s ever been mine
Mine - taylor swift